BAB IV KEGIATAN STUDI MAHASISWA

BAB III

ADMINISTRASI, PELAYANAN DAN SANKSI AKADEMIK

A. ADMINISTRASI AKADEMIK

1. Penerimaan Mahasiswa Baru

1) Penerimaan mahasiswa baru dilakukan melalui:
a. Jalur Nasional dibawah Kemenristek dan Pendidikan Tinggi
b. Jalur Nasional dibawah Kementerian Agama
c. Ujian khusus dan/atau Jalur Mandiri
2) Penerimaan mahasiswa dari luar negeri dilakukan dengan seleksi khusus

2. Pendaftaran Ulang (Her-Registrasi) Mahasiswa Baru

Pendaftaran Ulang (Her-Registrasi) Mahasiswa Baru adalah calon mahasiswa melakukan pendaftaran kembali secara online dengan langkah-langkah :
Prosedur Pendaftaran Ulang (Her-Registrasi)
1. Calon mahasiswa yang dapat melakukan pendaftaran ulang (her-registrasi) adalah mahasiswa memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a. Mahasiswa yang telah dinyatakan Lulus Seleksi pada Penerimaan Calon Mahasiswa Baru UIN Suska Riau.
b. Mahasiswa telah melakukan Pembayaran Biaya Penyelenggaraan Pendidikan sesuai dengan Fakultas dan Program Studi masing-masing dengan tarif yang telah ditetapkan dan pada Bank yang telah ditentukan.
2. Tata cara Pendaftaran Ulang (Her-Registrasi) :
a. Melakukan pendaftaran ulang (her-registrasi) secara online
b. Mencetak bukti pendaftaran ulang (her-registrasi)
3. Melakukan Verifikasi dan validasi ke UIN Suska Riau dengan melengkapi persyaratan sebagai berikut :
a. Bukti pendaftaran ulang (her-registrasi) Online berupa surat pernyataan yang telah ditandatangani dan dibubuhi materai Rp.6000;
b. Foto copy ijazah/Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN)/Surat Keterangan Lulus dari Kepala Sekolah yang dilegalisir sebanyak 2 rangkap (Bagi Mahasiswa Program D3 dan S1)
c. Surat Keterangan sehat dari instansi terkait
4. Mencetak Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) sekaligus mengambil Nomor Induk Mahasiswa (NIM) pada panitia pendaftaran ulang mahasiswa baru;

3. Nomor Induk Mahasiswa (NIM)
Setiap calon mahasiswa baru yang sudah mendaftar ulang (her-registrasi) untuk pertama kalinya akan diberikan Nomor Induk Pendaftaran ulang yang disebut dengan Nomor Induk Mahasiswa (NIM). Dari nomor induk mahasiswa dapat mengetahui identitas mahasiswa berupa Jenjang, Tahun angkatan, nama Fakultas dan nama program Studi dan jenis kelamin. Nomor ini berlaku selama mahasiswa tersebut berstatus mahasiswa di UIN Suska Riau.
Dalam sistem penomoran, disusun berdasarkan Fakultas yang tertua umurnya dan begitu pula Program Studi. Nomor Induk Mahasiswa (NIM) terdiri atas sebelas digit, dengan keterangan sebagai berikut:
Digit pertama menunjukkan jenjang/program, dengan keterangan
0 untuk program Diploma Tiga (D3)
1 untuk Strata Satu (S1)
2 untuk Strata Dua (S2)
3 untuk Strata Tiga (S3)
Digit kedua dan ketiga menunjukkan Tahun Ajaran/Angkatan Mahasiswa yang bersangkutan memasuki Universitas
Digit keempat menunjukkan Fakultas, dengan keterangan:
1 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
2 Fakultas Syari’ah dan Hukum
3 Fakultas Ushuluddin
4 Fakultas Dakwah dan Komunikasi
5 Fakultas Sains dan Teknologi
6 Fakultas Psikologi
7 Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial
8 Fakultas Pertanian dan Peternakan
Digit kelima menunjukkan Program Studi/Jurusan, dengan keterangan :
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
1 Pendidikan Agama Islam
2 Pendidikan Bahasa Arab
3 Manajemen Pendidikan Islam
4 Pendidikan Bahasa Inggris
5 Pendidikan Matematika
6 Pendidikan Ekonomi
7 Pendidikan Kimia
8 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
9 Program Studi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
10 Program Studi Tadris IPA
11 Program Studi Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (S2)
Fakultas Syari’ah dan Ilmu Hukum
1 Hukum Keluarga (Ahwal Syakhsiyyah)
2 Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
3 Perbandingan Mazhab dan Hukum
4 Hukum Tata Negara (Siyasah)
5 Ekonomi Syari’ah
6 Perbankan Syari’ah
7 Ilmu Hukum
Fakultas Ushuluddin
1 Aqidah dan Filsafat Islam
2 Ilmu Al-qur’an dan Tafsir
3 Studi Agama – Agama
4 Ilmu Hadits
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi
1 Pengembangan Masyarakat Islam
2 Bimbingan dan Konseling Islam
3 Ilmu Komunikasi
4 Manajemen Dakwah
Fakultas Sains dan Teknologi
1 Teknik Informatika
2 Teknik Industri
3 Sistem Informasi
4 Matematika
5 Teknik Elektro
Fakultas Psikologi
1 Psikologi
Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial
1 Manajemen
2 Manajemen Perusahaan
3 Akuntansi
4 Akuntansi D3
5 Ilmu Administrasi Negara
6 Administrasi Perpajakan
Fakultas Pertanian dan Peternakan
1 Peternakan
2 Agroteknologi
Digit keenam menunjukkan Jenis Kelamin, dengan keterangan:
1 Jenis Kelamin Laki-laki
2 Jenis Kelamin Perempuan
Digit ketujuh sampai dengan sebelas menunjukkan Nomor Mahasiswa yang bersangkutan

Contoh: NIM : 1 16 1 2 1 01523
1 16 1 2 1 0 1 5 2 3
Jenjang/
Program Tahun
Ajaran Fakultas Prodi Jenis kelamin Nomor Mahasiswa

Dengan demikian, nomor di atas dimiliki oleh seorang mahasiswa Program S.1 yang diterima/masuk pada tahun 2016 pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab berjenis kelamin laki-laki dan bernomor urut 01523.

4. Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)

1) Setiap mahasiswa yang sudah memenuhi semua persyaratan sebagai mahasiswa Universitas diberi Kartu Tanda Mahasiswa
2) Kartu Tanda Mahasiswa merupakan bukti sah sebagai mahasiswa Universitas dan dapat digunakan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku
3) Kartu Tanda Mahasiswa berlaku sampai pemegang kartu menyelesaikan studinya dengan sistem registrasi ulang.
Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) adalah kartu yang merupakan bukti sah sebagai mahasiswa UIN Suska Riau, semua mahasiswa berhak memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Untuk mahasiswa baru, KTM dapat diambil dibagian Akademik Universitas pada saat verifikasi dan validasi. Pada Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) terdapat informasi berupa Nama, NIM, Fakultas, Program Studi dan masa berlaku kartu.
Jika terjadi kehilangan atau kerusakan pada Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), mahasiswa dapat meminta KTM kembali ke bagian Akademik Universitas dengan persyaratan sebagai berikut :
1. Membuat Surat Permohonan Penerbitan KTM Baru yang ditujukan ke Rektor c.q Kepala Biro AAKK
2. Membuat Surat Pernyataan yang ditanda tangani oleh Kasubbag Akademik Fakultas
3. Jika KTM hilang, harus menyerahkan Surat Keterangan Hilang dari Kepolisian.
4. Jika KTM mengalami kerusakan, harus menyerahkan KTM yang rusak tersebut.
5. Pengisian, Perubahan dan Pengumpulan Kartu Rencana Studi (KRS) Online
5.1. Pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) Online
1) Setiap mahasiswa wajib mengisi KRS untuk perkuliahan setiap semester.
2) KRS dapat diambil melalui sistem iRaise
3) KRS sudah diisi sebelum perkuliahan dilaksanakan.
4) Dalam pengisian KRS mahasiswa, wajib terlebih dahulu berkonsultasi dengan dosen Penasehat Akademik (PA) untuk mendapatkan persetujuan, petunjuk pengisian KRS dan nasehat akademik dan non akademik.
5) Pengisian KRS harus memperhatikan beban studi per semester yang ditentukan oleh Indeks Prestasi (IP) Mahasiswa.

5.2. Perubahan Kartu Rencana Studi (KRS)
1) Perubahan KRS dapat dilakukan dengan persetujuan Penasehat Akademis (PA)
2) Perubahan KRS dilakukan melalui sistem iRaise.

6. Kartu Hasil Studi (KHS)

1) Kumpulan Hasil Studi (KHS) adalah kumpulan nilai yang diperoleh seorang mahasiswa pada satu semester dan memberi informasi tentang IP dan IPK
2) KHS dikeluarkan oleh aplikasi iRaise dan ditandatangani oleh Wakil Dekan I Fakultas.

B. PELAYANAN AKADEMIK

1. Penasehat Akademik (PA)

Defenisi, Tugas dan tanggung jawab Penasehat Akademis adalah sebaga iberikut :
1) Penasehat Akademis adalah dosen yang diberi tugas dan tanggung jawab dalam membantu mahasiswa dalam mendapatkan informasi yang diperlukan serta memberi nasehat dan konsultasi akademis selama mahasiswa bersangkutan kuliah.
2) Penasehat Akademis berkewajiban merencanakan kegiatan nasehat akademis secara periodik paling kurang tiga kali dalam satu semester, yaitu pada awal perkuliahan, sebelum ujian mid-semester, dan sebelum ujian akhir semester.
3) Penasehat Akademis berkewajiban memberi bimbingan khusus kepada mahasiswa dalam menentukan rencana studi, mengisi KRS serta mengesahkannya
4) Penasehat Akademis berkewajiban memiliki buku catatan personal dan buku kegiatan nasehat akademis yang memuat notulen kegiatan berupa daftar hadir, waktu pelaksanaan, materi nasehat/konsultasi, solusi dan saran
5) Penasehat Akademis berkewajiban mengevaluasi kegiatan dan prestasi mahasiswa asuhannya dan menyerahkan hasil evaluasinya kepada Ketua Prodi/Program Studi, berikut copy buku catatan personal dan buku kegiatan nasehat akademis, tahsin dan tahfidz al Quran ( minimal juz 30).
6) Seorang dosen mengasuh sejumlah mahasiswa yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing fakultas dengan perbandingan ideal 1:20

2. Cuti Kuliah
1) Dalam hal mahasiswa tidak dapat meneruskan perkuliahan dengan alasan yang dapat diterima setelah Semester Dua, mahasiswa yang bersangkutan dapat mengajukan cuti kuliah.
2) Cuti kuliah diambil satu tahun akademik.
3) Permohonan cuti kuliah diajukan kepada Rektor c.q. Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan paling lambat satu minggu sebelum pembayaran uang kuliah.
4) Permohonan cuti kuliah wajib diterima dengan syarat:
a. Mahasiswa aktif pada semester berikutnya.
b. Surat Persetujuan dari dosen Penasehat Akademis dan/atau Ketua Prodi/Program Studi
5) Surat Keputusan cuti kuliah dikeluarkan oleh Rektor c.q. Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan dan ditembuskan kepada Dekan atau Direktur dan Kepala Biro Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan.
6) Pengajuan cuti kuliah hanya dapat dilakukan satu kali selama masa studi

Aktif Kembali Setelah Cuti Kuliah
Mahasiswa yang telah menjalani cuti kuliah dapat aktif kembali dengan melakukan prosedur sebagai berikut :
1. Mahasiswa membayar uang kewajiban mahasiswa pada semester aktif.
2. Mahasiswa melakukan pengisian KRS Online pada aplikasi Sistem iRaise UIN Suska Riau.

3. Alpa Studi
1) Apabila mahasiswa tidak melakukan pendaftaran dan pendaftaran ulang (her-registrasi) selama masa pendaftaran yang disediakan di awal semester dan tidak mengajukan cuti kuliah, maka mahasiswa tersebut dinyatakan alpa studi.
2) Masa alpa studi selama-lamanya 2 (dua) semester berturut-turut atau tidak berturut dan dihitung ke dalam masa studi
3) Mahasiswa alpa studi dapat mendaftar kembali sebelum masa studinya berakhir dengan melunasi segala kewajibannya selama alpa studi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4) Mahasiswa alpa studi dinyatakan berhenti (drop out) secara otomatis apabila masa alpa studinya telah melebihi batas maksimal dan/atau masa studinya telah berakhir.

4. Pindah Kuliah
1) Persyaratan Pindah Kuliah dari Perguruan Tinggi Dalam Negeri ke UIN Suska Riau.
a. Mahasiswa berasal dari Perguruan Tinggi yang program studinya terakreditasi minimal B.
b. Program studi pilihan relevan dengan program studi pada perguruan tinggi asal.
c. Mahasiswa yang bersangkutan harus telah mengikuti pendidikan program sarjana (S1) secara terus menerus sekurang-kurangnya 3 (tiga) semester dan setinggi-tingginya 6 (enam) semester) di perguruan tinggi asal.
d. Indeks prestasi minimal 2,50 dan 2,75 untuk yang berasal dari perguruan tinggi swasta.
e. Surat keterangan pindah dari perguruan tinggi asal.
f. Surat keterangan berkelakuan baik dari perguruan tinggi asal.
g. Membayar biaya transfer satuan kredit semester (SKS) sesuai aturan dan tarif yang telah ditetapkan.
h. Membayar biaya pendaftaran.
i. Membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) kelompok 3 (tiga)

2) Persyaratan Pindah Kuliah dari Perguruan Tinggi Luar Negeri ke UIN Suska Riau
a. Mahasiswa berasal dari Perguruan Tinggi/Kolej yang terdaftar secara syah pada negara yang bersangkutan.
b. Program studi di lingkungan UIN Suska Riau relevan dengan fakultas dan program studi pada Perguruan Tinggi/Kolej asal.
c. Sudah menyelesaikan teori minimal 30 SKS
d. Indeks prestasi minimal 2,75/Baik
e. Surat keterangan pindah dari Perguruan Tinggi/Kolej asal
f. Memiliki sumber pembiayaan untuk menjamin kelangsungan mengikuti pendidikan di UIN Suska Riau
g. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak menggangu proses belajar mengajar pada saat perkuliahan
h. Mentaati Peraturan perundang-undangan di Indonesia dan yang berlaku di UIN Suska Riau
i. Memiliki izin belajar dari Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI
j. Memiliki visa atau izin tinggal di Indonesia
k. Mendapat Izin atau persetujuan dari Kedutaan/Konsulat di Indonesia
l. Membayar biaya transfer satuan kredit semester (SKS) sesuai aturan dan tarif yang telah ditetapkan.
m. Membayar biaya pendaftaran
n. Membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) kelompok 3 (tiga)

3) Persyaratan Pindah Kuliah dari UIN Suska Riau
a. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif
b. Mahasiswa tidak dalam status Cuti Kuliah/Masa Langkau, skorsing (menjalani sanksi dari Uniersitas/Fakultas) dan Alpa Studi
c. Mengajukan permohonan pindah kuliah kepada Rektor UIN Suska Riau dengan alasan yang kuat dan melampirkan :
– Surat Persetujuan Pindah dari Fakultas asal
– Surat Persetujuan diterima dari Perguruan Tinggi yang dituju
– Surat Keterangan Bebas Pustaka Universitas
– Bukti pembayaran SPP semester akhir saat pengajuan pindah kuliah

4) Perpindahan antar program studi tidak diizinkan
5) Persyaratan Melanjutkan Studi dari Program D3 ke S1 dari Perguruan Tinggi Dalam Negeri
a. Melanjutkan Studi/alih Program hanya dapat dilakukan untuk Program studi yang relevan / bersesuaian dengan ijazah yang dimiliki
b. Mempunyai indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sekurang-kurangnya 2,50 dari perguruan tinggi negeri dan (IPK) 2,75 dari perguruan tinggi swasta
c. Mengajukan surat permohonan melanjutkan Studi/alih Program Studi ke Rektor
d. Surat permohonan dilengkapi dengan fotokopi ijazah program D3 dan transkrip nilai yang telah dilegalisir.
e. Konversi nilai dan penetapan semester dilakukan oleh Fakultas yang dituju.
f. Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari pihak berwewenang
g. Membayar Biaya Transfer Satuan Kredit Semester (SKS) sesuai aturan dan tarif yang telah ditetapkan.
h. Membayar Biaya Pendaftaran
i. Membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) kelompok 3 (tiga)

6) Persyaratan Melanjutkan Studi dari Program D3 ke S1 dari Perguruan Tinggi Luar Negeri
a. Ijazah D3 berasal dari Perguruan Tinggi/Kolej yang terdaftar secara syah pada negara yang bersangkutan
b. Program studi di lingkungan UIN Suska Riau relevan dengan fakultas dan program studi pada Perguruan Tinggi/Kolej asal
c. Memiliki sumber pembiayaan untuk menjamin kelangsungan mengikuti pendidikan di UIN Suska Riau
d. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak menggangu proses belajar mengajar pada saat perkuliahan
e. Memenuhi Peraturan Perundang-undangan di Indonesia dan yang berlaku di UIN Suska Riau
f. Memiliki izin belajar dari Sekretariat Jenderal Kemenag RI
g. Memiliki visa atau izin tinggal di Indonesia
h. Mendapat Izin atau persetujuan dari Konsul Malaysia di Pekanbaru
i. Membayar Biaya Transfer Satuan Kredit Semester (SKS) sesuai aturan dan tarif yang telah ditetapkan.
j. Membayar Biaya Pendaftaran
k. Membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) kelompok 3 (tiga)

7) Persyaratan Melanjutkan Studi Program D3 ke S1 dalam lingkungan UIN Suska Riau
a. Memiliki Ijazah Program D3
b. Program studi pilihan relevan dengan ijazah yang dimiliki
c. Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari pihak berwewenang
d. Membayar Biaya Transfer Satuan Kredit Semester (SKS) sesuai aturan dan tarif yang telah ditetapkan.
e. Membayar Biaya Pendaftaran
f. Membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) kelompok 3 (tiga)

8) SKS yang ditempuh oleh mahasiswa melalui program pertukaran mahasiswa (dalam dan luar negeri) dapat dikonversi dengan syarat ada kesesuaian dengan kurikulum program studinya.

C. SANKSI PELANGGARAN
1. Sanksi Pelanggaran Administratif
Mahasiswa yang melanggar ketentuan administrasi akademik dilakukan sanksi akademik sebagai berikut:
a. Mahasiswa yang melakukan pembayaran di luar waktu yang sudah ditentukan dinyatakan alpa studi dan dikenakan sanksi berupa tidak memperoleh pelayanan akademik dan administrasi serta tidak dapat mengajukan cuti kuliah.
b. Mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran dua semester berturut-turut atau tidak, dikenakan sanksi akademik berupa pemutusan studi (drop-out).
c. Mahasiswa yang tidak mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) pada masa yang telah ditentukan tidak berhak mengikuti perkuliahan. Apabila mahasiswa yang bersangkutan mengikuti ujian, nilai yang diperolehnya tidak diakui.
d. Mahasiswa yang kehadirannya dalam mengikuti kuliah kurang dari 75% dari kehadiran dosen dalam satu semester, tidak berhak mengikuti ujian untuk mata kuliah tersebut.
e. Mahasiswa yang memperoleh Indeks Prestasi kurang dari 2,00 pada semester empat dan semester delapan dikenakan sanksi akademik drop out.
f. Mahasiswa yang tidak berhasil menyelesaikan studi dalam masa studi maksimum10 semester tanpa alasan yang dapat diterima dikenakan sanksi akademik berupa drop out mulai tahun akademik 2014-2015.
g. Mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan perbaikan skripsi setelah ujian dan diwajibkan memperbaiki skripsinya dalam waktu enam bulan sejak pelaksanaan ujian skripsi, maka nilai ujian skripsinya dinyatakan batal dan digantikan dengan nilai ujian skripsi berikutnya.
h. Penetapan sanksi akademik oleh Tim Fakultas dan diusulkan oleh Dekan kepada Rektor untuk diterbitkan Surat Keputusan Sanksinya.

2. Sanksi Pelanggaran Peraturan Akademik
1) Pelanggaran terhadap Peraturan Akademik ini diberi sanksi sesuai dengan jenis dan tingkat pelanggaran.
2) Pelanggaran oleh tenaga pelaksana dari dosen dan karyawan dikenakan sanksi sesuai dengan prosedur hukuman terhadap PNS yang tertuang dalam peraturan/perundang-undangan yang berlaku.
3) Sanksi ringan dan menengah ditetapkan oleh unit tempat pelanggaran terjadi dan melaporkannya kepada Rektor.
4) Sanksi berat ditetapkan oleh Rektor atas usul unit tempat pelanggaran terjadi.