BAB II SISTEM STUDI MAHASISWA

BAB II
SISTEM STUDI MAHASISWA
A. SISTEM SATUAN KREDIT SEMESTER (SKS)
Kegiatan Pendidikan dilaksanakan dengan satuan kredit semester (SKS) dan waktu penyelenggaraannya diatur dengan sistem kredit semester yaitu perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan program pendidikan menggunakan satuan kredit semester (SKS) sebagai tolok ukur beban pendidikan, terutama yang menyangkut beban studi Mahasiswa.
1. Pengertian dan Tujuan Satuan Kredit Semester (SKS)
Satuan kredit Semester (SKS) adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan satuan yang menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar, dan beban penyelenggaraan program. Mahasiswa mempunyai perbedaan minat, bakat, dan kemampuan yang berlainan. Oleh karena itu setiap mahasiswa mempunyai cara dan waktu untuk menyelesaikan beban studi yang diwajibkan serta komposisi kegiatan studinya tidak harus sama, meskipun mereka duduk dalam jenjang pendidikan yang sama.
Pada dasarnya tujuan pokok penggunaan satuan kredit Semester (SKS) adalah sebagai berikut:
a. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
b. Memberikan kesempatan kepada para mahasiswa agar dapat mengikuti kegiatan pendidikan yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya.
c. Mempermudah sistem evaluasi kecakapan mahasiswa.
2. Satuan Kredit Semester (SKS)
1) Perkuliahan diselenggarakan dengan sistem Satuan Kredit Semester (SKS) yang meliputi kegiatan tatap muka berjadwal, kegiatan akademik terstruktur, dan kegiatan akademik mandiri
2) Bobot SKS untuk satu semester ditentukan oleh berapa lama ketiga kegiatan yang tersebut pada poin a dilaksanakan setiap minggu selama satu semester;
3) Satu program semester yang bobot 1 (satu) SKS yang diselenggarakan setiap minggu selama satu semester ekuivalen dengan:
o 50 menit kegiatan tatap muka berjadwal;
o 60 menit kegiatan akademik terstruktur;
o 60 menit kegiatan akademik mandiri.
3. Beban Studi
1) Setiap mahasiswa wajib menyelesaikan paling sedikit 108 SKS untuk tingkat D3, 144 SKS untuk tingkat S1, 72 SKS untuk tingkat S2, dan tingkat S3 72 SKS
2) Beban studi seorang mahasiswa sebanyak-banyaknya 24 SKS setiap semester
3) Beban studi mahasiswa persemester ditentukan oleh skor Indeks Prestasi mahasiswa bersangkutan pada semester sebelumnya sebagaimana tertuang dalam tabel berikut:

No. IP Semester yang lalu Jumlah maksimal SKS yang boleh
diambil pada semester berikutnya
1.
2.
3.
4.
5. ≥ 3.00
2.50 – 2.99
2.00 – 2.49
1.50 – 1.99
< 1.50 24
21
18
15
12

B. JENIS, JENJANG, DAN MASA STUDI
1. Jenis Studi
1) Universitas menyelenggarakan program pendidikan akademis dan/atau program pendidikan profesional.
2) Masing-masing program pendidikan sebagaimana tersebut pada poin 1) diselenggarakan berdasarkan kurikulum yang sesuai dengan jenis program pendidikan tersebut.

2. Jenjang Studi
1) Universitas menyelenggarakan jenjang pendidikan Sarjana pada strata satu, Magister pada strata dua, dan Doktor pada strata tiga.
2) Pendidikan profesional dapat diselenggarakan secara khusus pada jenjang Diploma 3, serta jenjang lainnya sesuai dengan keperluan.

3. Masa Studi
1) Maksimal 10 Semester Tahun Akademik untuk program Diploma Tiga (D3)
2) Maksimal 14 Semester Tahun Akademik untuk program Sarjana (S1)
3) Maksimal 8 Semester Tahun Akademik untuk program Magister, program Magister Terapan, atau program spesialis, setelah menyelesaikan program sarjana, atau diploma empat/sarjana terapan.
4) Maksimal 14 Semester Tahun Akademik untuk program Doktor, program Doktor terapan, program sub spesialis dan program profesi setelah menyelesaikan program Magister, program Magister terapan, atau program spesialis.
5) Mahasiswa yang tidak menyelesaikan studinya dalam jangka waktu maksimal sebagaimana disebutkan pada poin 1), 2), 3), dan 4) dinyatakan putus studi atau drop out (DO).
6) Penerapan peraturan masa studi berlaku untuk mahasiswa yang masuk tahun akademik 2017-2018 keatas.

C. KURIKULUM DAN KOMPETENSI
1) Kurikulum universitas adalah kurilukum yang berorientasi mencapai tujuan pendidikan universitas yaitu melahirkan sarjana muslim yang kokoh akidahnya, mantap ibadahnya, mulia akhlaqnya, luas dan dalam ilmu dan wawasannya, mapan keterampilan hidupnya dan tinggi etos kerjanya dalam kebugaran jasmani untuk diabdikan kepada bangsa negara dan ummat.
2) Kurikulum universitas adalah kurikulum integrasi Sains, teknologi dan seni dengan Islam yang tercermin dalam setiap mata kuliah sesuai dengan tujuan pendidikan pada poin 1 dan merujuk pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
3) Setiap prodi wajib menyusun deskripsi capaian pembelajaran minimal mengacu pada KKNI bidang pendidikan tinggi sesuai dengan jenjang.
4) Setiap prodi wajib menyusun kurikulum, melaksanakan dan mengevaluasi pelaksanaan kurikulum mengacu pada KKNI.
5) Kurikulum Universitas terdiri atas kurikulum inti dan kurikulum institusional;
6) Kurikulum inti merupakan program yang berisi pembentukan kompetensi utama, sedangkan kurikulum institusional adalah program-program yang berisi komponen penunjang dan komponen lainnya.
7) Komponen utama adalah program atau materi yang mencakup pembentukan kemampuan minimal untuk menampilkan unjuk kerja yang memuaskan sesuai dengan pencirian fakultas dan program studi.
8) Komponen pendukung adalah program yang berisi pembentukan kemampuan yang gayut dan dapat mendukung kompetensi utama serta merupakan ciri khas Universitas yang bersangkutan.
9) Komponen lain adalah program yang berisi pembentukan kemampuan yang ditambahkan yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup, dan ditetapkan berdasarkan keadaan serta kebutuhan lingkungan Universitas, serta dapat berbentuk mata kuliah pilihan.
10) Suatu mata kuliah mengandung keseluruhan dan/atau sebahagian komponen kurikulum yang mencakup unsur-unsur pengembangan kepribadian (PK), keahlian/keilmuan dan keterampilan (KK), keahlian berkarya (KB), prilaku berkarya (PB), dan berkehidupan bermasyarakat (BB).
11) Komponen Utama terdiri atas 80 sampai 100 SKS dari keseluruhan kurikulum

1. Kurikulum
1) Kurikulum inti program studi disusun oleh program studi masing-masing dengan memperhatikan masukan dan referensi konsorsium bidang ilmu terkait untuk ditetapkan oleh Rektor
2) Kurikulum institusional ditetapkan oleh Universitas bersama-sama dengan Fakultas berupa program-program yang mendukung bidang masing-masing dan gayut/relevan dengan keperluan masyarakat

2. Kurikulum Institusional
1) Kurikulum Universitas menggunakan kurikulum terintegrasi sebagaimana ditetapkan pada poin 1 dan 2 diatas.
2) Kurikulum institusional terdiri atas mata kuliah dan/atau program yang bertujuan membentuk Kompetensi Keislaman, Kompetensi Kemasyarakatan/Kewarganegaraan, Kompetensi Bahasa.

2.1. Kompetensi Keislaman
1) Kompetensi Keislaman merupakan ciri khas semua program Universitas yang mencakup dua aspek:
a. Aspek penanaman dan pengamalan nilai-nilai Keislaman;
b. Aspek penguasaan satu atau beberapa cabang studi Keislaman
2) Aspek penanaman dan pengamalan nilai-nilai Keislaman sebagai tersebut pada poin 1 huruf a, disusun dalam suatu program terpadu yang diselenggarakan di Ma`had Al Jamiah selama 2 (dua) semester pertama.
3) Pelaksanaan program dimaksud dipimpin oleh suatu kepengurusan dari unsur dosen yang ditunjuk oleh Rektor dan didukung oleh seluruh dosen serta civitas akademika lainnya.
4) Aspek penguasaan satu atau beberapa cabang studi Keislaman sebagaimana tersebut pada poin 1 huruf b merupakan matakuliah wajib yang terdiri atas beberapa matakuliah Keislaman sebanyak 16 SKS
5) Matakuliah Keislaman sebagaimana tersebut pada poin 4) terdiri atas:
a. Studi Al-Quran
b. Studi Hadits
c. Aqidah Akhlak
d. Fiqh
e. Metodologi Studi Islam
f. Bahasa Arab
g. Sejarah Peradaban Islam
h. Sejarah Islam Asia Tenggara
6) Fakultas dan/atau program studi yang menjadikan matakuliah seperti tersebut pada poin 5 sebagai matakuliah keahlian tidak perlu lagi menawarkan matakuliah tersebut.

2.2. Kompetensi Kemasyarakatan/Kewarganegaraan
1) Kurikulum yang membentuk kompetensi Kemasyarakatan/Kewarganegaraan adalah:
a. Pancasila
b. Kewarganegaraan/Civic Education
c. Bahasa Indonesia
d. Bahasa Inggris
e. Kuliah Kerja Nyata (KKN).
2) Kurikulum yang membentuk kompetensi Kemasyarakatan/Kewarganegaraan sebagaimana tercantum pada poin 1) huruf a. sampai d berbentuk mata kuliah yang diselenggarakan dengan tatap muka masing-masing sebanyak 2 SKS.
3) Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah mata kuliah wajib Universitas dengan bobot 4 SKS yang bertujuan mengembangkan kemampuan mahasiswa pada aspek-aspek:
a. Pembuatan dan isi program
b. Inisiatif atau kepeloporan
c. Kreativitas
d. Ketekunan
e. Kepemimpinan
f. Kerjasama
g. Kinerja atau hasil kerja, dan
h. Hubungan dengan masyarakat
4) Mahasiswa dapat mengikuti KKN setelah menyelesaikan paling tidak 100 SKS dari seluruh kredit yang harus diambilnya.
5) Inti kegiatan KKN adalah pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi berparadigma Islami.
6) Program KKN direncanakan, dilaksanakan, dan dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan dapat bekerja sama dengan pihak lain.
7) Bentuk KKN dapat berupa KKN kebangsaan, KKN Terpadu, KKN Tematik, dan KKN Bilateral atau bentuk lain yang disepakati oleh konsorsium keilmuan.

2.3. Program Bahasa
1) Program bahasa dikelola oleh Pusat Bahasa Universitas.
2) Program bahasa terdiri atas tingkat dasar (elementary), tingkat menengah (intermediate), dan tingkat lanjut (advance).
3) Mahasiswa yang telah menguasai bahasa pada tingkat tertentu atau seluruh tingkat yang ditunjukkan dengan hasil tes dan/atau sertifikat tidak diwajibkan lagi mengikuti program bahasa pada tingkat tersebut.
4) Setiap mahasiswa wajib menggunakan bahasa Arab dan/atau bahasa Inggris dalam berkomunikasi di Ma’had Al Jami’ah.
5) Mahasiswa non-PBI wajib memiliki skor ekuivalen TOEFL minimal 400 untuk S1, 500 untuk S2, dan 500 untuk S3 sebagai prasyarat untuk mengikuti munaqasyah.
6) Pusat bahasa harus melaksanakan ujian TOEFL pada semester ke tiga untuk S1, sementara untuk S2 dan S3 sertifikat TOEFL dapat diperoleh dari lembaga pusat bahasa atau lembaga lain yang memiliki kewenangan baik institusional, nasional dan internasional.
7) Mahasiswa non-PBA wajib memiliki skor ekuivalen TOAFL minimal 350 untuk S1, 400 untuk S2, dan 450 untuk S3 sebagai prasyarat untuk mengikuti munaqasyah.
8) Mahasiswa Prodi pendidikan bahasa inggris wajib mencapai skor ekuivalen TOEFL minimal 500 untuk S1, 520 untuk S2 dan S3, dapat diperoleh dari lembaga pusat bahasa atau lembaga lain yang memiliki kewenangan baik institusional, nasional dan internasional.
9) Mahasiswa prodi pendidikan bahasa Arab wajib mencapai skor ekuivalen TOAFL minimal 400 untuk S1, 450 untuk S2 dan 500 untuk S3, dapat diperoleh dari lembaga pusat bahasa atau lembaga lain yang memiliki kewenangan baik institusional, nasional dan internasional.
10) Pusat bahasa harus melaksanakan ujian TOAFL pada semester ke tiga untuk S1, sementara untuk S2 dan S3 sertifikat TOAFL dapat diperoleh dari lembaga pusat bahasa atau lembaga lain yang memiliki kewenangan baik institusional, nasional dan internasional.
11) Pusat Bahasa bertanggungjawab mengelola pembelajaran Bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing.

D. BENTUK DAN ARTI KODE MATA KULIAH
1. Bentuk Kode Matakuliah
1) Kode mata kuliah terdiri atas tiga huruf diikuti dengan angka sebanyak 4 (empat) digit;
2) Tiga huruf menunjukkan komponen-komponen mata kuliah Universitas, Fakultas, dan Prodi/ Program Studi
3) Angka 4 digit terdiri atas digit pertama menunjukkan kelompok mata kuliah dari segi kelompok utama, penunjang, dan muatan lokal; digit kedua menunjukkan semester dengan rentang 0-8, dan dua digit terakhir merupakan nomor urut mata kuliah dalam satu kelompok mata kuliah
4) Mata kuliah kelompok penunjang/komponen Universitas menggunakan nomor urut kompetensi universitas
5) Daftar kode mata kuliah sebagaimana tersebut pada poin 1) s.d 4) terlampir pada Buku Panduan dan Informasi Akademik ini.
2. Arti Kode Mata Kuliah
KODE MATA KULIAH
1. 3 Digit (dalam huruf) menyatakan kode komponen matakuliah (Universitas, Fakultas, Program Studi)
2. Digit angka pertama menunjukkan kelompok kompetensi :
1. Kompetensi Utama adalah mata kuliah keahlian program studi (kode angka 1)
2. Kompetensi Pendukung adalah mata kuliah komponen institusi (universitas dan/atau fakultas (kode angka 2)
3. Kompetensi lain-lain adalah mata kuliah pilihan atau muatan lokal (kode angka 3)
3. Digit kedua menunjukkan semester pengambilan matakuliah dengan rentang kode angka 0-8. Khusus mata kuliah Universitas diberi kode angka 0 karena pengambilan semester optional.
4. Dua digit terakhir merupakan nomor urut matakuliah dalam suatu kelompok matakuliah.
ARTI KODE MATA KULIAH
UIN 2 0 01

KODE UNTUK MATA KULIAH UNIVERSITAS

NO KODE MATA KULIAH NAMA MATA KULIAH SKS
1 UIN2001 PANCASILA 2
2 UIN2002 PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 2
3 UIN2003 METODOLOGI STUDI ISLAM 2
4 UIN2004 STUDI AL-QURAN 2
5 UIN2005 STUDI HADITS 2
6 UIN2006 AQIDAH AKHLAK 2
7 UIN2007 FIQH 2
8 UIN2008 BAHASA INDONESIA 2
9 UIN2009 BAHASA ARAB I 0
10 UIN2010 BAHASA ARAB II 0
11 UIN2011 BAHASA ARAB III 2
12 UIN2012 BAHASA INGGRIS I 0
13 UIN2013 BAHASA INGGRIS II 0
14 UIN2014 BAHASA INGGRIS III 2
15 UIN2015 SEJARAH PERADABAN ISLAM 2
16 UIN2016 SEJARAH ISLAM ASIA TENGGARA 2
17 UIN2017 KULIAH KERJA NYATA 4

KODE UNTUK MATA KULIAH FAKULTAS

NO KODE FAKULTAS FAKULTAS
1 FTK TARBIYAH DAN KEGURUAN
2 FSH SYARI’AH DAN HUKUM
3 FUS USHULUDDIN
4 FDK DAKWAH DAN KOMUNIKASI
5 FST SAINS DAN TEKNOLOGI
6 FPS PSIKOLOGI
7 FES EKONOMI DAN ILMU SOSIAL
8 FPP PERTANIAN DAN PETERNAKAN

KODE UNTUK MATA KULIAH PROGRAM STUDI

NO FAKULTAS PROGRAM STUDI JENJANG PROGRAM KODE PRODI BARU

I Tarbiyah dan Keguruan 1 Pendidikan Agama Islam S1 PAI
2 Pendidikan Bahasa Arab S1 PBA
3 Manajemen Pendidikan Islam S1 MPI
4 Pendidikan Bahasa Inggris S1 PBI
5 Pendidikan Matematika S1 PMT
6 Pendidikan Ekonomi S1 PEK
7 Pendidikan Kimia S1 PKA
8 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah S1 PGM
9 Pendidikan Guru Raudhatul Athfal S1 PRA
10 Tadris IPA S1 NSE
11 Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah S2 MPM
II Syari’ah dan Hukum 1 Hukum Keluarga (Ahwal Syakhsiyyah) S1 PHK
2 Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) S1 PMU
3 Perbandingan Mazhab dan Hukum S1 PMH
4 Hukum Tata Negara (Siyasah) S1 PHT
5 Ekonomi Syari’ah S1 PES
6 Perbankan Syari’ah D3 PPS
7 Ilmu Hukum S1 PIH
III Ushuluddin 1 Aqidah dan Filsafat Islam S1 PIA
2 Ilmu Al-qur’an dan Tafsir S1 PIT
3 Studi Agama-agama S1 PAG
4 Ilmu Hadits S1 PHD
IV Dakwah dan Komunikasi 1 Pengembangan Masyarakat Islam S1 PMI
2 Bimbingan dan Konseling Islam S1 PBK
3 Ilmu Komunikasi S1 PIK
4 Manajemen Dakwah S1 PMD
V Sains dan Teknologi 1 Teknik Informatika S1 PIF
2 Teknik Industri S1 PIN
3 Sistem Informasi S1 PSI
4 Matematika S1 PMM
5 Teknik Elektro S1 PTE
VI Psikologi 1 Psikologi S1 PSY
VII Ekonomi dan Ilmu Sosial 1 Manajemen S1 PMJ
2 Manajemen Perusahaan D3 PMP
3 Akuntansi S1 PKN
4 Akuntansi D3 PKT
5 Ilmu Administrasi Negara S1 PAN
6 Administrasi Perpajakan D3 PPJ
VIII Pertanian dan Peternakan 1 Peternakan S1 PET
2 Agroteknologi S1 PGR

E. SISTEM EVALUASI, UJIAN, PENILAIAN DAN PENGULANGAN MATA KULIAH

1. Sistem Evaluasi
1) Evaluasi bertujuan untuk mengukur taraf keberhasilan mahasiswa dalam belajar serta mendapatkan umpan balik untuk perbaikan dan pengembangan sistem dan proses pembelajaran
2) Evaluasi hasil belajar menggunakan ujian dan pada aspek-aspek tertentu dapat menggunakan observasi dan angket pengukuran sikap, dan instrumen lainnya sesuai dengan keperluan
3) Evaluasi hasil belajar mencakup penguasaan materi kuliah, tugas-tugas terstruktur, kegiatan mandiri, kegiatan praktikum, kuliah lapangan, dan tugas-tugas akademik lainnya.
4) Pada akhir semester 2 dilakukan evaluasi tahap pertama untuk kelanjutan studi mahasiswa, dan pada akhir semester 8 dilakukan evaluasi tahap kedua yang dilaksanakan oleh Rektor.
5) Mahasiswa program S1 yang memiliki IPK kurang dari 2,0 setelah dievaluasi sebagaimana dimaksud pada poin 4) dinyatakan gagal dan/atau drop-out (DO)
6) Mahasiswa semester empat belas dapat menyelesaikan studinya bila IPK terakhir ≥ 2,0
7) Mahasiswa semester empat belas dapat diberi toleransi satu mata kuliah yang bernilai E untuk diadakan ujian khusus guna melengkapi persyaratan penyelesaian studi apabila IPKnya ≥ 2,0
8) Evaluasi mahasiswa Program Diploma dan Program Pascasarjana diatur tersendiri oleh unit pelaksananya dengan persetujuan Senat dan/atau Majelis Pertimbangan Akademis di Pascasarjana

2. Ujian
1) Setiap jenjang program (D3, S1, S2, S3), ujian terdiri atas ujian semester dan ujian akhir.
2) Ujian semester terdiri atas Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS).
3) Ujian akhir terdiri atas, untuk Program Diploma Tiga Seminar Laporan, Program S1 Ujian Skripsi atau Munaqasah, Program S2 Ujian Tesis, Program S3 Ujian Desertasi yang dilaksanakan Secara Tertutup dan Terbuka.

3. Penilaian
1) Penilaian hasil ujian menggunakan pengukuran beracuan patokan atau Criterion-referenced Measurement (CRM) semi-mutlak.
2) Pengukuran beracuan patokan dengan nilai mutlak digunakan pada pengukuran yang menuntut belajar tuntas (mastery learning) untuk menguasai kompetensi atau keterampilan atau profesi tertentu.
3) Dalam penilaian oleh dosen, harus dipertimbangkan aspek kognitif, afektif dan psikomotor yang berbasis integrasi keislaman.
4) Kriteria penilaian adalah :
a. Nilai akhir semester suatu mata kuliah adalah gabungan dari nilai:
• Ujian Tengah Semester (UTS) sebanyak 35 %, terdiri atas 20 % dari nilai ujian dan 15 % dari nilai ujian praktikum, harus diberi opsi jika tidak ada praktikum.
• Ujian Akhir Semester (UAS) sebanyak 35 %, terdiri atas 20 % dari nilai ujian dan 15 % dari nilai ujian praktikum, harus diberi opsi jika tidak ada praktikum.
• Mandiri sebanyak 15 %.
• Terstruktur 15 %.
b. Mata kuliah yang tidak berpraktikum diambil 35 % dari nilai UTS dan UAS
5) Skor Penilaian adalah :
a. Skor penilaian menggunakan Nilai Mutu (NM), Angka Mutu (AM) dan Sebutan Mutu (SM) sebagai berikut:
No. Nilai Huruf (NH) Angka Mutu (AM) Sebutan Mutu (SM)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9. A
A-
B+
B
B-
C+
C
D
E 4,0
3,7
3,3
3,0
2,7
2,3
2,0
1,0
0 Amat Baik
Amat Baik
Baik
Baik
Baik
Cukup
Cukup
Kurang
Gagal
b. Nilai Angka (NA) adalah sebagai berikut:
a) ≥ 85 = A
b) ≥ 80 – < 85 = A-
c) ≥ 75 – < 80 = B+
d) ≥ 70 – < 75 = B
e) ≥ 65 – < 70 = B-
f) ≥ 60 – < 65 = C+
g) ≥ 55 – < 60 = C
h) ≥ 50 – < 55 = D
i) < 50 = E
c. Konversi nilai dilakukan pada penghitungan nilai total dari nilai angka
d. Contoh Cara Pengolahan Nilai sebagai berikut :
Contoh cara pengolahan nilai dari Dosen untuk mencari nilai angka, nilai huruf dan nilai mutu adalah sebagai berikut. Sebagai contoh kita akan mencari Nilai Akhir Ahmad yang mengambil matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan dengan jumlah SKS 2 dengan rincian nilai sebagai berikut:
MANDIRI TERSTRUKTUR UTS UAS NA NH AM
Nilai 15% X Nilai Nilai 15% X Nilai Nilai 35% X Nilai Nilai 35% X Nilai
85 12,75 90 13,5 69 24,15 60 21 71,4 B 3.0
Keterangan:
Nilai Mandiri = 15% x 85 = 12,75
Nilai Terstruktur = 15% x 90 = 13,5
Nilai UTS = 35% x 69 = 24,15
Nilai UAS = 35% x 60 = 21
Nilai Angka (NA) = (12,75) + (13,5) + (24,15) + (21) = 71,4
Nilai Huruf (NH) = Dari Tabel Penilaian, jika Nilai Angka = 71,4 maka Nilai Huruf yang diperoleh adalah B
Nilai Mutu = Dari Tabel Penilaian, jika Nilai Huruf = B maka Nilai Mutu yang diperoleh adalah 3,0

4. Pengulangan Mata Kuliah
1) Mahasiswa yang mendapat nilai E wajib mengulang perkuliahan secara utuh mata kuliah bersangkutan.
2) Mahasiswa yang mendapat nilai D pada matakuliah keahlian Program Studi, wajib memperbaiki nilainya dengan mengikuti seluruh kegiatan perkuliahan, praktikum, dan tugas-tugas akademik lainnya yang berkaitan dengan mata kuliah bersangkutan secara utuh.
3) Seorang mahasiswa yang mendapat nilai D atau C pada suatu mata kuliah dapat memperbaiki nilainya pada semester berikutnya dengan mengikuti seluruh kegiatan perkuliahan, praktikum, dan tugas-tugas akademik lainnya yang berkaitan dengan mata kuliah bersangkutan secara utuh.
4) Perbaikan nilai sebagaimana dimaksud pada poin 1) diperbolehkan sebanyak-banyaknya dua kali.
5) Apabila hasil perbaikan nilai sebagaimana dimaksud pada poin 3) lebih rendah dari nilai yang diperbaiki, maka yang digunakan adalah nilai yang tertinggi.

F. PERHITUNGAN INDEKS PRESTASI

1) Nilai total satu semester dinyatakan dengan sebutan Indeks Prestasi (IP)
2) Indeks Prestasi (IP) dihitung dengan skor real dengan rumus:

IP = ∑(AMMK) x (SKSMK)
∑SKS
3) Nilai total beberapa semester sampai semester akhir masa kuliah secara kumulatif dinyatakan dengan sebutan Indeks Prestasi Kumulatif, dengan rumus :

IPK =∑(AMMK) x (SKS) seluruh semester yang dihitung
∑SKS seluruh semester yang dihitung

Contoh:
NO KMK MATAKULIAH NH AM K TAM KETERANGAN
SEMESTER I
1 UIN 1205 Pendidikan Kewarganegaraan A 4,0 2 8,00
2 UIN 1206 Fiqh A 4,0 2 8,00
3 TEE 2530 Teknik Tenaga Listrik B 3,0 2 6,00
4 TEE 2526 Elektronika Lanjut B+ 3,3 3 9,90
5 TEE 2527 Sensor dan Transduser C 2,0 2 4,00
6 TEE 2524 Devais Elektronika B 3,0 3 9,00
7 TEE 2528 Elektronika Dasar A- 3,7 2 7,40
8 TEE 2525 Elektronika Daya A 4,0 2 8,00
JUMLAH 18 60,30 IP = 3,35

(4,0×2) + (4,0×2) + (3,0×2) + (3,3×3) + (2,0×2) + (3,0×3) + (3,7×2) + (4,0×2) = 60,30
IP = ————————————————————————————————– = ——– = 3,35
2 + 2 + 2 + 3 + 2 + 3 + 2 + 2 = 18

Keterangan:
KMK  Kode Matakuliah
NH  Nilai Huruf
Didapat dari konversi Nilai Angka sesuai ketentuan pada Tabel Penilaian
AM  Angka Mutu
Didapat sesuai ketentuan pada Tabel Penilaian
K  Kredit (Jumlah SKS Matakuliah)
TAM  Total Angka Mutu
Didapat dari hasil perkalian Nilai Mutu (NM) dengan Jumlah SKS (K)
IP  Indeks Prestasi
Didapat dari Total Nilai Mutu dibagi Total Jumlah SKS

G. PREDIKAT KELULUSAN
1) Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus pada ujian akhir diberi predikat lulus
2) Predikat lulus diberikan berdasarkan IPK terakhir hasil perhitungan semua komponen yang dinilai dalam proses penyelesaian studi
3) Predikat lulus sebagaimana dimaksud pada poin 1) dan 2) adalah sebagai berikut:
a. Pujian atau Cumlaude, apabila:
i. IPK lebih dari 3,50 (tiga koma lima nol)
ii. Tidak memiliki nilai lebih rendah dari B– (B minus)
iii. Tidak pernah mengulang atau memperbaiki nilai selama masa perkuliahan
iv. Menyelesaikan studi dalam masa enam semester efektif untuk Diploma III (D3)
v. Menyelesaikan studi dalam masa delapan semester efektif untuk Strata Satu (S1)
vi. Menyelesaikan studi dalam masa empat semester efektif untuk Strata Dua (S2)
vii. Menyelesaikan studi dalam masa delapan semester efektif untuk Strata Tiga (S3)
viii. Tidak pernah dikenakan sanksi akibat pelanggaran kode etik

b. Sangat Memuaskan, apabila:
i. IPK 3,01 (tiga koma nol satu) sampai dengan 3,50 (tiga koma lima nol)
ii. Tidak memiliki nilai lebih rendah dari C– (C Minus)
iii. Menyelesaikan studinya dalam masa waktu tidak lebih dari 6 semester efektif untuk Diploma III (D3)
iv. Menyelesaikan studinya dalam masa waktu tidak lebih dari 8 semester efektif untuk Strata Satu (S1)
v. Menyelesaikan studinya dalam masa waktu tidak lebih dari 6 semester efektif untuk Strata Dua (S2)
vi. Menyelesaikan studinya dalam masa waktu tidak lebih dari 8 semester efektif untuk Strata Tiga (S3)
vii. IPK ≥ 3,50 tetapi tidak memenuhi persyaratan untuk predikat Cumlaude

c. Memuaskan, apabila:
i. IPK terakhir 2,76 (dua koma tujuh enam) sampai dengan 3,00 (tiga koma nol nol)
ii. IPK 3,01 – 3,50 tetapi tidak memenuhi persyaratan untuk predikat Sangat Memuaskan

d. Cukup, apabila IPK terakhir 2,00 – 2,75

4) Mahasiswa program Sarjana yang IPK terakhirnya tidak mencapai 2,00 dinyatakan tidak lulus
5) Mahasiswa program Profesi, program Spesialis, program Magister, program Magister Terapan, program Doktor, dan program Doktor Terapan dinyatakan lulus apabila telah menempuh seluruh beban belajar yang ditetapkan dan memiliki capaian pembelajaran lulusan yang ditargetkan oleh Program Studi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lebih besar atau sama dengan 3,00 (tiga koma nol nol).
6) Kelulusan mahasiswa dari program Profesi, program Spesialis, program Magister, program Doktor, program Doktor Terapan, dapat diberikan predikat Memuaskan, Sangat Memuaskan, dan Pujian dengan kriteria:
a. mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat Memuaskan apabila mencapai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,00 (tiga koma nol nol) sampai dengan 3,50 (tiga koma lima nol);
b. mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan apabila mencapai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,51(tiga koma lima satu) sampai dengan 3,75 (tiga koma tujuh lima); atau
c. mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat Pujian apabila mencapai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lebih dari 3,75 (tiga koma tujuh lima)

H. YUDISIUM
1) Yudisium merupakan pengumuman kelulusan mahasiswa yang telah menyelesaikan beban studi
2) Yudisium dinyatakan oleh keputusan Dekan atau Direktur PPs
3) Waktu Yudisium diatur oleh Fakultas dan PPs ( 3 hari sebelum pelaksanaan wisuda).
4) Mahasiswa wajib mengikuti keseluruhan proses Yudisium

I. WISUDA
1) Mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan seluruh program studi di UIN Suska Riau diwisuda secara resmi oleh Rektor atas usul Dekan.
2) Wisuda dilaksanakan 5 (lima) kali setiap satu tahun akademik dengan kuota 800 orang per periode wisuda
3) Wisudawan/wisudawati memakai atribut upacara wisuda
4) Ikrar kesarjanaan diucapkan oleh seluruh wisudawan/wisudawati yang dipimpin oleh seorang wisudawan/wisudawati.
5) Wisudawan/wisudawati yang mendapat IPK tertinggi dan tercepat penyelesaian studinya diberikan predikat “Wisudawan/wati Terbaik” yang ditandatangani oleh Rektor.
6) Pemilihan wisudawan/wisudawati terbaik dilakukan berdasarkan prodi / program studi / konsentrasi.
7) Tatacara pelaksanaan wisuda diatur tersendiri oleh Rektor sesuai dengan tuntutan perkembangan Universitas
8) Wisuda sarjana dilaksanakan dalam rapat senat terbuka yang dibuka dan ditutup oleh Ketua Senat
9) Wisudawan/wati dilantik oleh Rektor
10) Upacara Pelepasan Alumni dan/atau Acara Yudisium dapat dilaksanakan oleh Fakultas sebagai kelengkapan wisuda.

J. PERSYARATAN WISUDA

1) Proses Penerbitan Surat Keterangan Lulus oleh Fakultas.
a. mahasiswa lulus ujian skripsi login melalui iraise.uin-suska.ac.id untuk mengajukan Surat Keterangan Lulus dari Fakultas
b. mahasiswa membawa dokumen persyaratan pengajuan SKL kepada admin iRaise Fakultas
c. admin iRaise Fakultas login ke iraise.uin-suska.ac.id/wisuda-bo.uin-suska.ac.id
d. admin iRaise mengecek kelengkapan dokumen
e. admin iRaise mencetak Surat Keterangan Lulus
f. admin iRaise memproses penandatangan Surat Keterangan Lulus
g. admin iRaise menyerahkan Surat Keterangan Lulus kepada mahasiswa.
2) Proses Penerbitan Surat Keterangan Bebas Pustaka Universitas
a. mahasiswa lulus ujian skripsi login melalui iraise.uin-suska.ac.id untuk mengajukan Surat Keterangan Bebas Pustaka Universitas.
b. mahasiswa membawa dokumen persyaratan pengajuan Surat Keterangan Bebas Pustaka Universitas kepada Admin perpustakaan.
c. admin perpustakaan melakukan login ke wisuda-bo.uin-suska.ac.id
d. admin perpustakaan mengecek kelengkapan dokumen
e. admin perpustakaan mencetak Surat Keterangan Bebas Pustaka Universitas
f. admin Perpustakaan memproses penandatangan Surat Keterangan Bebas Pustaka Universitas.
g. admin perpustakaan menyerahkan Surat Keterangan Bebas Pustaka Universitas kepada mahasiswa.
3) Proses Pendaftaran Wisuda
a. Mahasiswa melakuka login ke iraise.uin-suska.ac.id
b. Mahasiswa mencetak formulir pendaftaran wisuda
c. Mahasiswa melakukan proses penandatanganan formulir wisuda ke kasubag akademik fakultas
d. Mahasiswa melakukan validasi dan verifikasi data ke bagian akademik rektorat.

Pesyaratan Verifikasi dan Validasi Data.
a. Formulir pendaftaran wisuda
b. Asli Surat Keterangan Lulus (SKL) dari Fakultas
c. Asli Surat Keterangan Bebas Pustaka Universitas.
d. Pas photo ukuran 3×4 yang ditempelkan pada Formulir Pendaftaran.
e. Foto copy Ijazah terakhir

K. IJAZAH DAN TRANSKRIP NILAI
I. IJAZAH
Ijazah adalah dokumen pengakuan prestasi belajar dan / atau penyelesaian suatu jenjang pendidikan tinggi setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi keagamaan.
1. Syarat Proses Ijazah
1) Ijazah dapat diproses apabila mahasiswa bersangkutan telah menyerahkan semua persyaratan administrasi meliputi: Bukti Penyerahan Skripsi, Surat Bebas Pustaka asli, Pas foto terbaru berwarna, fotocopy ijazah terakhir, Surat Keterangan Lulus Asli dan surat keterangan lain yang diperlukan.
2) Ketentuan ini secara rinci diatur oleh masing-masing Fakultas melalui pengumuman/edaran untuk para lulusan.
2. Legalisasi
1) Ijazah untuk jenjang Strata Dua (S2) dan Strata Tiga (S.3) dilegalisasi oleh Direktur Program Pascasarjana.
2) Ijazah untuk jenjang Diploma Tiga (D.III) dan Strata Satu (S1) dilegalisasi oleh Wakil Dekan terkait bidang Akademik.

3. Penggantian Ijazah
1) Apabila Ijazah yang telah diserahkan kepada Mahasiswa yang bersangkutan kemudian terjadi kerusakan atau hilang, maka hanya dapat diganti dengan Surat Keterangan Pengganti Ijazah.
2) Surat Keterangan Pengganti Ijazah untuk jenjang Strata Dua (S2) dan Strata Tiga (S.3) diproses pada Subbag Administrasi Akademik yang diperbantukan pada Program Pascasarjana.
3) Surat Keterangan Pengganti Ijazah jenjang Strata Satu (S1) dan Diploma Tiga (D.III) diproses pada Subbag. Layanan Akademik pada Bagian Akademik Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama.
4) Surat Keterangan Pengganti Ijazah untuk jenjang Strata Dua (S2) dan Strata Tiga (S.3) ditandatangani oleh Direktur Program Pascasarjana dan Rektor.
5) Surat Keterangan Pengganti Ijazah jenjang Strata Satu (S1) dan Diploma Tiga (D.III) ditandatangani oleh Dekan dan Rektor.
6) Penggantian Ijazah dilengkapi dengan syarat-syarat sebagai berikut:
a. Berita acara kerusakan ijazah oleh Dekan Fakultas, apabila Ijazah tersebut rusak, atau Surat Keterangan Kehilangan dari POLRI apabila ijazah tersebut hilang.
b. Data identitas pemegang ijazah berikut copy Transkrip Akademik hasil studi yang bersangkutan.
c. Pas foto berwarna berlatarbelakang merah, ukuran 3×4 cm sebanyak 2 lembar

4. Syarat Surat Keterangan Pengganti Ijazah.
1) Surat Permohonan Pengganti Ijazah yang ditujukan kepada Rektor UIN Suska Riau dengan melampirkan persyaratan sebagai berikut:
a. Surat Keterangan Kehilangan Ijazah dari Kepolisian (apabila Ijazah hilang) atau Asli Ijazah yang rusak (apabila Ijazah rusak).
b. Fotocopy Ijazah yang hilang / rusak.
c. Pasphoto (kualitas sesuai standard ijazah) ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar.
2) Persyaratan yang tidak lengkap, maka Surat Permohonan Pengganti Ijazah tidak dapat diterbitkan.

5. Ralat Ijazah
Apabila ijazah yang telah diserahkan kepada pemegang ijazah terdapat kekeliruan penulisan, maka dapat diberikan Surat Keterangan Ralat ijazah yang ditandatangani oleh Dekan/Direktur Program dan Rektor, atas permohonan pemegang ijazah yang didukung oleh ijazah pendidikan terakhir

II. TRANSKRIP AKADEMIK
1) Transkrip Akademik adalah daftar prestasi akademik yang dicapai oleh seorang mahasiswa selama masa perkuliahan efektif sebagai penyerta ijazah yang diberikan
2) Transkrip Akademik diterbitkan oleh Fakultas dalam bahasa Indonesia dan salinan dalam bentuk terjemahan resmi dalam bahasa Inggris dan/atau bahasa Arab dengan pengesahan Universitas
3) Transkrip Akademik ditandatangani oleh Dekan Fakultas dan Ketua Jurusan/ Program Studi
4) Transkrip Akademik untuk Program Magister dan Doktor ditandatangani oleh Direktur Progaram sedang Transkrip Akademik program Sarjana, Program Diploma dan Akta ditandatangani oleh Dekan
5) Transkrip Akademik wajib diarsipkan pada Fakultas/Program Studi dan dapat diakses melalui layanan informasi akademik Universitas
6) Dalam hal Transkrip Akademik rusak, hilang, atau musnah sebagaimana dibuktikan dengan keterangan tertulis dari pihak kepolisian, maka dapat diterbitkan Surat Keterangan Pengganti

L. GELAR AKADEMIK

Gelar akademik lulusan UIN Sultan Syarif Kasim Riau adalah sebagai berikut:

Fakultas/ Program Studi Gelar Akademik Singkatan
TARBIYAH DAN KEGURUAN
1. Pendidikan Agama Islam
2. Pendidikan Bahasa Arab
3. Manajemen Pendidikan Islam
4. Pendidikan Bahasa Inggris
5. Pendidikan Matematika
6. Pendidikan Ekonomi
7. Pendidikan Kimia
8. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
9. Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Sarjana Pendidikan
Sarjana Pendidikan
Sarjana Pendidikan
Sarjana Pendidikan
Sarjana Pendidikan
Sarjana Pendidikan
Sarjana Pendidikan
Sarjana Pendidikan
Sarjana Pendidikan
S.Pd.
S.Pd.
S.Pd.
S.Pd.
S.Pd.
S.Pd.
S.Pd.
S.Pd.
S.Pd.
SYARI’AH DAN HUKUM
1. Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhsiyyah)
2. Hukum Ekonomi Syari’ah (Mu’amalah)
3. Perbandingan Mazhab dan Hukum
4. Hukum Tata Negara Islam (Siyasah Syar’iyyah)
5. Ekonomi Syari’ah
6. Perbankan Syari’ah
7. Ilmu Hukum
Sarjana Hukum
Sarjana Hukum
Sarjana Hukum
Sarjana Hukum
Sarjana Ekonomi
Ahli Madya
Sarjana Hukum
S.H
S.H
S.H
S.H
S.E
A.Md.
S.H

USHULUDDIN
1. Aqidah dan Filsafat Islam
2. Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
3. Studi Agama-agama
Sarjana Agama
Sarjana Agama
Sarjana Agama
S.Ag.
S.Ag.
S.Ag.
DAKWAH & KOMUNIKASI
1. Pengembangan Masyarakat Islam
2. Bimbingan Konseling Islam
3. Ilmu Komunikasi
4. Manajemen Dakwah
Sarjana Sosial
Sarjana Sosial
Sarjana Ilmu Komunikasi
Sarjana Sosial
S.Sos.
S.Sos.
S.I.Kom.
S.Sos.
SAINS DAN TEKNOLOGI
1. Teknik Informatika
2. Teknik Industri
3. Sistem Informasi
4. Matematika
5. Teknik Elektro
Sarjana Teknik
Sarjana Teknik
Sarjana Komputer
Sarjana Sains
Sarjana Teknik
S.T
S.T
S.Kom.
S.Si.
S.T
PSIKOLOGI
1. Psikologi
Sarjana Psikologi
S.Psi.
EKONOMI DAN ILMU SOSIAL
1. Manajemen
2. Manajemen Perusahaan
3. Akuntansi
4. Akuntansi
5. Ilmu Administrasi Negara
6. Administrasi Perpajakan
Sarjana Ekonomi
Ahli Madya
Sarjana Ekonomi
Ahli Madya
Sarjana Sosial
Ahli Madya
S.E
A.Md.
S.E.
A.Md.
S.Sos.
A.Md.
PERTANIAN DAN PETERNAKAN
1. Peternakan
2. Agroteknologi
Sarjana Peternakan
Sarjana Pertanian
S.Pt.
S.P